MUKA BANTAL! blog-ku...apa kabarmu.. lama takberkunjung, pas skipping from th class ini (gara2 bangun kesiangan, dengan muka bantal ini) Saya menguncapkaaaaaan: sugeng riyadi..maaf lahir batin.
eh eh, fyi, sekarang saya sedang mendesain hotel lhoooo...site-nya di jl.Mangkubumi. NO,NO! jangan tanya progress-nya.-____-'''''
Penulis: Hanif Kara, Adams Kara Taylor, Tim Anstey, University of Bath
Disarikan oleh: Linaaahyahyaha
Pusat Sains Phaeno –di Wolfsburg, Jerman—adalah hasil karya arsitek terkenal.
Gedung Phaeno merupakan kolaborasi Adams Kara Taylor dengan kantor Zaha Hadid.
Phaeno bermula dari pengalaman di Architectural Association School of Architecture : Patrick Schumaker dari kantor Zaha Hadid, Hanif Kara sebagai tutor studio,dan Christos Pasas sebagai arsitek projek.
Dalam konteks akademik, masing-masing orang dari disiplin ilmu yang berbeda bertukar pikiran sehingga tercipta bangunan seperti Phaeno ini. Menurut Penulis, salah satu aspek mengesankankan dari Adams Kara Taylor adalah bahwa dia berkemauan mengolah penelitian teknis (engineering) yang mendukung ide-ide arsitektur tanpa mengubur, melukai, atau bahkan membunuhnya.
Dalam Phaeno, penelitian terdiri dari beberapa tahap:
Pada tahap desain, ‘buildability’-nya dipertanyakan,
Ketika ‘buildability’ sudah terpenuhi, dilakukan berbagai analisis,
Pemecahan masalah-masalah
Gambar-gambar hasil analisis dijital:
Analisis model keseluruhan
Analisis tekanan
Analisis termal
Dsb.
Penelitian ini dilakukan dengan analisis dijital.
Dalam kolaborasi disiplin ilmu, efek teknologi dijital sangat penting. Pada Phaeno, pertukaran ide ini dilakukan Adams Kara Taylor dengan software perusahaan SOFISTIK Jerman. Produk SOFISTIK ini oleh Adams Kara Taylor dapat menjadi pusat desain secara structural dan arsitektural.
‘Ruang berpikir’ yang timbul dari alat-alat dijital sangat menarik. Arsitek, ahli computer, dan teknisi (engineer) dapat saling berkolaborasi.
Sejujurnya, semakin rumit alat dijital, semakin tidak berbuah suatu kolaborasi. Hal ini karena hanya sedikit orang yang menguasainya.
Tren penggunaan software sangat menarik namun menjadi masalah dalam hak kepemilikan intelektual.
Adams Kara Taylor ingin terus mengembangkan dan menggunakan alat dijital yang mudah dan bernilai. Dan bahkan dia berharap dapat dapat menambah tool box.
Masalah lain yang timbul dari pengunaan alat dijital adalah adanya gap atau kesenjangan antara desain, pabrik, dan site atau tapak.
Pengalaman dari Wolfsburgini penting dalam menjelaskan upaya pengejaran penulis dalam pencapaian software yang menggabungkan antara:
Model arsitektur
Analisis struktur
Perubahan karakteristik (evolutionary characterisyics)
Sehingga hal tersebut dapat memungkinkan ahli-ahli analisis dalam bidang lain untuk memasukinya dan memberi andil (analiisis termal, analisis perilaku bahan, analisis gaya tekan,dsb.).
Adams Kara Taylor menciptalkan tim riset untuk mengembangka ilmu struktur yang diberi nama ‘p.art’.
Jelas bahwa –dari sudut pandang penulis—bahwa arsitektur dan engineering harus dipisahkan, sbagaimana dasar pemikirannya berbeda. Yang terbaik adalah masing-masing terpelajar dalam bidang satunya.
Dari segala analisis dijital, penulis sadar bahwa kita harus tahu bahwa peran social (manusia) lah yang terpenting.
ANALISIS
Tanpa software 3DCAD dan FEA, memahami geometri dan perilaku struktur adalh tugas yang sulit.
Untuk menganalisis struktur dengan cara yang tepat dibutuhkan beberapa model analisis.
sumber gambar: http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://farm3.static.flickr.com/2235/2257464782_f40d30c713.jpg&imgrefurl=http://workshop.evolutionzone.com/tag/computational-architecture/&usg=__JCqZLUfOOu6yJBKIv3BHI7fQBfg=&h=286&w=500&sz=140&hl=id&start=9&um=1&tbnid=XtTP-WVEYP6VlM:&tbnh=74&tbnw=130&prev=/images%3Fq%3Ddigital%2Barchitecture%26um%3D1%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DN