Rabu, 04 Maret 2009

postingan mepeet

Kolaborasi Struktur pada Pusat Sains Phaeno

Penulis: Hanif Kara, Adams Kara Taylor, Tim Anstey, University of Bath

Disarikan oleh: Linaaahyahyaha

  • Pusat Sains Phaeno –di Wolfsburg, Jerman—adalah hasil karya arsitek terkenal.
  • Gedung Phaeno merupakan kolaborasi Adams Kara Taylor dengan kantor Zaha Hadid.
  • Phaeno bermula dari pengalaman di Architectural Association School of Architecture : Patrick Schumaker dari kantor Zaha Hadid, Hanif Kara sebagai tutor studio,dan Christos Pasas sebagai arsitek projek.
  • Dalam konteks akademik, masing-masing orang dari disiplin ilmu yang berbeda bertukar pikiran sehingga tercipta bangunan seperti Phaeno ini. Menurut Penulis, salah satu aspek mengesankankan dari Adams Kara Taylor adalah bahwa dia berkemauan mengolah penelitian teknis (engineering) yang mendukung ide-ide arsitektur tanpa mengubur, melukai, atau bahkan membunuhnya.
  • Dalam Phaeno, penelitian terdiri dari beberapa tahap:
    • Pada tahap desain, ‘buildability’-nya dipertanyakan,
    • Ketika ‘buildability’ sudah terpenuhi, dilakukan berbagai analisis,
    • Pemecahan masalah-masalah
  • Gambar-gambar hasil analisis dijital:
    • Analisis model keseluruhan
    • Analisis tekanan
    • Analisis termal
    • Dsb.

  • Penelitian ini dilakukan dengan analisis dijital.
  • Dalam kolaborasi disiplin ilmu, efek teknologi dijital sangat penting. Pada Phaeno, pertukaran ide ini dilakukan Adams Kara Taylor dengan software perusahaan SOFISTIK Jerman. Produk SOFISTIK ini oleh Adams Kara Taylor dapat menjadi pusat desain secara structural dan arsitektural.

  • ‘Ruang berpikir’ yang timbul dari alat-alat dijital sangat menarik. Arsitek, ahli computer, dan teknisi (engineer) dapat saling berkolaborasi.
  • Sejujurnya, semakin rumit alat dijital, semakin tidak berbuah suatu kolaborasi. Hal ini karena hanya sedikit orang yang menguasainya.
  • Tren penggunaan software sangat menarik namun menjadi masalah dalam hak kepemilikan intelektual.
  • Adams Kara Taylor ingin terus mengembangkan dan menggunakan alat dijital yang mudah dan bernilai. Dan bahkan dia berharap dapat dapat menambah tool box.
  • Masalah lain yang timbul dari pengunaan alat dijital adalah adanya gap atau kesenjangan antara desain, pabrik, dan site atau tapak.

  • Pengalaman dari Wolfsburg ini penting dalam menjelaskan upaya pengejaran penulis dalam pencapaian software yang menggabungkan antara:
    • Model arsitektur
    • Analisis struktur
    • Perubahan karakteristik (evolutionary characterisyics)
  • Sehingga hal tersebut dapat memungkinkan ahli-ahli analisis dalam bidang lain untuk memasukinya dan memberi andil (analiisis termal, analisis perilaku bahan, analisis gaya tekan,dsb.).

  • Adams Kara Taylor menciptalkan tim riset untuk mengembangka ilmu struktur yang diberi nama ‘p.art’.

  • Jelas bahwa –dari sudut pandang penulis—bahwa arsitektur dan engineering harus dipisahkan, sbagaimana dasar pemikirannya berbeda. Yang terbaik adalah masing-masing terpelajar dalam bidang satunya.

  • Dari segala analisis dijital, penulis sadar bahwa kita harus tahu bahwa peran social (manusia) lah yang terpenting.

  • ANALISIS

  • Tanpa software 3DCAD dan FEA, memahami geometri dan perilaku struktur adalh tugas yang sulit.

  • Untuk menganalisis struktur dengan cara yang tepat dibutuhkan beberapa model analisis.

  • Modal globel menggmbarkan basement, groundfloor, main floor—termasuk 10 lrvel mezanin--- dan 17000 elemen finite.

  • Strukstur atap baja dianalisis dengan analisis rangka,

Hanif Kara adalah rekan pendiri Adams Kara Taylor.

Tim Anstey adalah seorang arsitek dan dosen di Departemen Arsitektur dan Teknik Sipil, University of Bath.

20 komentar:

  1. Sejujurnya aku agak bingung baca uraian ini, soalnya disajikan dalam bentuk poin-poin hehe... Tapi coba aku cerna sedikit demi sedikit. Setelah membaca urian ini, aku menangkap beberapa hal, yaitu strktur dapat dianalisis menggunakan beberapa program, akan tetapi jika dianalisis dengan terlalu banyak program akan menjadi sangat rumit. Di samping itu program yang kita gunakan sebaiknya adalah program yang familier dengan masyarakat agar lebih mudah mentransfer ide dan gagasan yang dibuat.

    BalasHapus
  2. ak juga gak mudheng... tp y meh pye wong tugas...
    haha

    BalasHapus
  3. hahaha....ehmmm,,,dengan perkembngan teknologi sekarang,emang menawarkan segala kemudahan. mulai dari analisa desain sampai pada analisa struktur. rumit atau tidaknya sebuah teknologi secara tidak langsng mengenalkan kita pada langkah yg lebih maju dan memaksa kita untuk beradaptasi.
    huhuhuhuhu.....sebenarnya aku ngomong apa ya....^^

    BalasHapus
  4. untuk mendirikan suatu bangunan saat ini memang harus diuji buildability-nya,,kan banyak tuh sekarang arsitek yang hanya memikirkan estetis tanpa memperdulikan analisis strukturnya. program pendukung 3D dan CAD memang sangat membantu dalam analisis bangunan.

    BalasHapus
  5. humm,,,emang si postingan ini dikemas dalam bentuk point,,,jadi berasa kaya buku pelajaran,,,
    tapi betul juga kata sylvi,,namanya juga tugas,,,,
    hehehehehhe,,.....smangadh lin!!!

    sejauh aq membaca si artikel ini bahas ttg struktur yang bisa bantuin kita bikin imajinatif bangunan,,sampai2 bantuin sebagai intelegence artificial designer tanpa disadari,,,heheheh....

    BalasHapus
  6. yaya, teman2, aku juga bingung mo mgomong apah

    BalasHapus
  7. sama lina...aku juga bingung...dan ga dong..hahahha
    tapi ini lebih tentang struktur ya?? kalo gitu emang perlu kali ya dunia dijital menangani struktur, karena itu penting sekaliii

    BalasHapus
  8. hehehe iya nih, sepertinya penggunaan bahasa yang kelewat rumit n bahasa tingkat tinggi di teks aslinya yang menyebabkan penerjemahan jadi sulit,, tapi bagusan dibuat postingan point2, kalau bentuk paragraf malah bakalan lebih ra mudheng,,,
    iya tuhkebanyakan software bikin jadi belibet, tapi jadi tantangan juga!

    BalasHapus
  9. iya memang benar juga perlu adanya kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menciptakan sebuah ahsil karya yang spektakuler namun 'saking' kebanykan malah terkadang karya itu juga sulit untuk segera direalisasikan

    BalasHapus
  10. Yah...kembali lagi syarat pertama, yaitu apakah karya tersebut dapat dibangun. Masih hubungannya ma struktur ya?
    Ya pokoknya struktur adalah sesuatu yang harus dipahami. Semakin memahami struktur maka semakin cepat kita mendesain. Ga perlu pake program analisis struktur dll..Heheheh...

    BalasHapus
  11. haia... wo cuma maw blg.. kolaborasi struktur dalam arsitektur emang sgt pnting.. apalagi dgn byknya software analisis struktur memudahkan arsitek dalam proses mendesain struktur dan juga presentasinya.. hoho.. ^^

    BalasHapus
  12. terimakasih komennya teman2^^
    @tifa :iya, yang merasa kurang efektif klo memakai sofwer yang beribet bukan cuma kita.tp hanif kara dkk sendiri yg merasakannya.
    itu karena belum semua perusahaan konstruksi update dg sofwer terbaru..

    BalasHapus
  13. @arc_in :di Phaeno ini, arsitek dan engineer memakai sofwernya SOFISTIK untuk berkolaborasi..alah
    @mario: yah, phaeno itu itu wujud penggabungan perspektif arsitek dan engineer, begitulaah

    BalasHapus
  14. ehya, jam dinding di blogku lucu ya
    alah, sudah malah eh pagi.mulai meracau
    ^^

    BalasHapus
  15. jadi karena punya disiplin ilmu yang beda2, pemakaian softwarenya harus lebih simple dan dipahami setiap perancangnya ya..

    BalasHapus
  16. Jadi dengan kolaborasi antar disiplin ilmu kita bisa menemukan rancangan yang sesuai. Aku agak bigung, ini membahas tentang apa?

    BalasHapus
  17. waw.. aplikasi study kasusnya HEBOH buuuuuuuuuuuuuuuu…………………..
    Ajib banget tapi gambarmu keciliken kui,,,,,,

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus